Chat with us, powered by LiveChat

Maxbetidn.com - Penunjukan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih MU mengungkap kembali julukan populer saat ia masih membela mantan klubnya tersebut. Solskjaer terkenal sebagai super sub atau pemain pengganti yang tak biasa.

Berkarier di Manchester United sejak usia 23 tahun, Solskjaer justru lebih terkenal sebagai seorang super sub.

Golnya sebagai pemain pengganti yang paling diingat ia cetak saat Manchester United menang dramatis 2-1 atas Bayern Muenchen pada final Liga Champions musim 1998-1999.

Catatan Solskjaer sebagai super sub tersebut membantu Manchester United meraih treble winner pertama dalam sejarah klub.

Beberapa waktu lalu, MU memutuskan memecat Jose Mourinho karena tak puas dengan kinerja pelatih asal Portugal itu. MU menelan kekalahan di laga-laga penting dan puncaknya saat takluk dari Liverpool, Mourinho kehilangan jabatannya.

Nama-nama seperti Zinedine Zidane, Antonio Conte, dan Laurent Blanc tengah menganggur tetapi MU justru mengabaikan kandidat-kandidat itu. Setan Merah justru memilih Solskjaer, yang tampaknya menyembunyikan niat tertentu.

Super Sub

Mantan pemain Chelsea, Dennis Wise merasa pemilihan Solskjaer adalah langkah pertama MU untuk menyiapkan jalan bagi Mauricio Pochettino. Tugasnya cukup sederhana: mengembalikan identitas MU dan mempersiapkan tim untuk dilatih Pochettino mulai musim depan.

Pekerjaan Solskjaer ini memang sudah biasa dia perbuat saat masih bermain. Dialah sang super sub yang selalu menyelamatkan MU dahulu, dan sekarang dia kembali melakukan itu sebagai pelatih.

Baca Juga : Datanglah ke Liga Italia, Messi!!

"Dia jelas pelatih yang sangat bagus dan pribadi yang baik, tampaknya mereka mencoba mengembalikan struktur lama di MU. Untuk menjaga kapal mereka tetap stabil sampai akhir musim nanti."

Solskjaer akan menjalankan tugas pertamanya saat membimbing MU melawan Cardiff City akhir pekan ini. Dia pernah menangani Cardiff beberapa tahun lalu tetapi gagal membuktikan kemampuannya. Patut disimak,, apakah nanti dia mampu menjadi super sub penyelamat klub di saat krusial sebagai seorang pelatih, sama seperti halnya yang pernah dia lakukan saat menjadi pemain dulu.